Menu Close

Bagian 1: Bab 6 – Menuju Pemerintahan Satu-Dunia

        

Herman Hanko

Maka tampaklah kepadaku satu dari kepala-kepalanya seperti kena luka yang membahayakan hidupnya, tetapi luka yang membahayakan hidupnya itu sembuh. Seluruh dunia heran, lalu mengikut binatang itu. Dan mereka menyembah naga itu, karena ia memberikan kekuasaan kepada binatang itu. Dan mereka menyembah binatang itu, sambil berkata: “Siapakah yang sama seperti binatang ini? Dan siapakah yang dapat berperang melawan dia?” Dan kepada binatang itu diberikan mulut, yang penuh kesombongan dan hujat; kepadanya diberikan juga kuasa untuk melakukannya empat puluh dua bulan lamanya. Lalu ia membuka mulutnya untuk menghujat Allah, menghujat nama-Nya dan kemah kediaman-Nya dan semua mereka yang diam di surga. Dan ia diperkenankan untuk berperang melawan orang-orang kudus dan untuk mengalahkan mereka; dan kepadanya diberikan kuasa atas setiap suku dan umat dan bahasa dan bangsa (Why. 13:3–7).

      

Introduksi

Setiap orang yang memiliki kesadaran tentang apa yang sedang terjadi di dalam sejarah dunia saat ini juga akan menyadari fakta bahwa telah terjadi perkembangan-perkembangan signifikan yang mendorong bangsa-bangsa lebih dekat kepada pemerintahan satu-dunia. Mimpi ini telah ada di dalam pikiran manusia sejak Babel. Dua perang dunia yang begitu hebat telah memberinya impetus. Setelah Perang Dunia I, Liga Bangsa-Bangsa telah menetapkan tujuan mempersatukan semua bangsa di bawah satu pemerintah. Dan setelah Perang Dunia II, Perserikatan Bangsa-Bangsa menjadi satu upaya lain untuk mencapai sasaran ini. Pada saat ini langkah-langkah yang masih ragu telah diambil menuju sasaran itu: Uni Eropa mungkin adalah yang paling mencolok.

Perkembangan teknologi modern menjadikan pemerintahan satu-dunia lebih mungkin. Para pemikir saat ini berbicara tentang sebuah komunitas seluruh penjuru dunia di dalam dunia yang mengerut, dan tentang setiap orang sebagai tetangga. Komunikasi-komunikasi instan telah memainkan peran mereka; kemampuan untuk bepergian dengan cepat telah meningkatkan kemungkinan, dan keduanya telah berkontribusi dalam mendekatkan dunia secara ekonomi. Perserikatan-perserikatan ekonomi biasanya berarti perserikatan-perserikatan politik. Demikian pula halnya dengan Masyarakat Ekonomi Eropa, yang telah berevolusi menjadi Uni Eropa yang bermarkas besar di Brussel.

Perkembangan-perkembangan ini memiliki makna penting yang besar bagi orang percaya. Gerakan-gerakan ini memengaruhi kehidupan orang percaya sebagai warga dari sebuah negara tertentu, tetapi juga memiliki dampak terhadap kewargaannya di dalam kerajaan surga. Orang percaya ingin mengetahui apa yang Alkitab katakan mengenai fakta ganjil bahwa ia menjalani kehidupan dengan kewargaan ganda ini.

Ia akan segera menemukan, jika ia menyelidiki Alkitabnya, hal yang cukup menarik bahwa pemerintahan satu-dunia adalah salah satu dari tanda-tanda yang dengannya Kitab Suci mengumumkan dekatnya kedatangan kerajaan surga. Mengapa pemerintahan satu-dunia di dalam dunia ini merupakan satu tanda dari pendirian kerajaan Kristus adalah sebuah ide yang akan kita bahas di dalam bab ini.

      

Perkembangan Historisnya

Di bagian awal saya harus menegaskan poin ini dengan kuat: kerajaan Kristus adalah satu-satunya pemerintahan satu-dunia yang sejati dan langgeng. Sungguh, kerajaan Kristus bahkan lebih luas daripada dunia ini. Kerajaan Kristus bukan hanya mencakup segenap kaum pilihan dari umat manusia, tetapi juga dunia malaikat. Di dalamnya tercakup seluruh ciptaan bumiah yang telah ditebus dan dipermuliakan, dan juga ciptaan surgawi. Kerajaan Kristus adalah satu-satunya kerajaan yang, ketika didirikan, akan bertahan untuk selama-lamanya.

Oleh karena itu, kita menolak semua bentuk postmilenialisme dan premilenialisme, yang sama-sama menyatakan bahwa kerajaan Kristus akan didirikan di bumi ini sebelum tibanya keadaan kekal, langit dan bumi yang baru. Tidak ada bedanya entah dikatakan bahwa kerajaan Kristus berkembang secara bertahap selama periode yang lama di dalam dunia, atau entah bahwa kerajaan Kristus datang di dalam bentuk negara Yahudi tertentu di tempat yang sekarang adalah Palestina: kedua pandangan ini berlawanan dengan Kitab Suci dan pengakuan-pengkuan iman Reformed, karena keduanya menyangkal bahwa kerajaan Kristus adalah kerajaan spiritual yang berkarakter surgawi (Yoh. 18:36). Kerajaan Kristus, yang fondasinya diletakkan di dalam darah Kalvari, tidak bisa dibandingkan dengan kerajaan bumiah yang mana pun. Kerajaan atau pemerintahan satu-dunia sudah pasti berasal dari dunia ini.

Kali pertama kita membaca tentang pemerintahan satu-dunia di dalam Alkitab adalah di dalam dunia pasca-air bah ketika dilakukan upaya-upaya untuk mendirikan sebuah kerajaan seperti itu di Babel. Karena memiliki satu bahasa dan satu logat, penghuni bumi memutuskan untuk membangun sebuah menara untuk mencari nama bagi mereka sendiri dan menjaga agar mereka “jangan terserak ke seluruh bumi” (Kej. 11:4). Kepala kerajaan ini tampaknya adalah Nimrod, dan upaya dikerahkan untuk menyatukan semua orang di dalam satu tujuan bersama: melawan Allah. Campur tangan Allah memastikan kerajaan satu-dunia yang diharapkan itu tidak mungkin terjadi, meskipun manusia akan terus mencoba selama hampir empat milenia untuk mencapai sasaran ini. Allah menghentikan upaya-upaya tersebut dengan mengacaukan bahasa manusia “sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing” (ay. 7). Ini merupakan pukulan yang hampir fatal. Hal ini digambarkan dengan sangat jelas di dalam Wahyu 13 di mana binatang dari Antikristus dikatakan telah terluka di kepalanya (ay. 3). Pengacauan bahasa yang Allah lakukan di antara manusia menyebabkan terbagi-baginya seluruh manusia menjadi ras-ras dan bangsa-bangsa, dan bagian-bagian ini mengikuti alur-alur ucapan berkat Nuh atas Sem dan Yafet serta kutuknya atas keturunan-keturunan Ham.

Perbedaan-perbedaan bahasa dan rasisme dan nasionalisme membuat pemerintahan satu-dunia menjadi mustahil di sebagian besar sejarah. Saya menyampaikan secara sekilas bahwa pencegahan oleh Allah atas tindakan perlawanan manusia itu merupakan hal yang niscaya, karena jika pemerintahan satu-dunia yang Nimrod rencanakan itu berhasil, gereja tidak akan dikumpulkan. Gereja sebelum air bah hanya terdiri dari delapan orang dari populasi yang jumlahnya jutaan dikarenakan penganiayaan; maka dunia pasca-air bah, jika sosok seperti Nimrod berhasil, akan membuat pengumpulan sebuah gereja menjadi mustahil. Kita juga perlu memperhatikan secara sekilas bahwa Babel menggenapi tujuan positif untuk mengumpulkan sebuah gereja yang benar-benar katolik (am/universal).

Akan tetapi, Kitab Suci memberi tahu kita bahwa sejarah dituturkan mengikuti upaya-upaya untuk membangun pemerintahan satu-dunia ini sekalipun sudah ada pelajaran tentang Babel. Manusia tidak pernah menyerah dengan mimpinya yang satu ini. Upaya-upayanya terus berlanjut tanpa henti. Menurut saya alasan-alasannya jelas. Di satu sisi, pemerintahan satu-dunia terlihat sebagai solusi bagi banyak permasalahan yang menimpa umat manusia. Jika semua perang dijadikan mustahil dan jika pemerataan ekonomi bisa tercapai, maka sebagian besar, jika bukannya semua, permasalahan dunia akan terpecahkan. Pemerintahan satu-dunia akan mencapai sasaran itu. Di sisi lain, Iblis sendiri, yang berketetapan untuk menjadi penguasa tunggal dunia ini, membutuhkan dipersatukannya seluruh dunia di bawah pemerintahan satu manusia, agar ia bisa menjadi yang tertinggi. Iblis bekerja untuk membangun satu kerajaan yang kaya dan makmur, yang penuh kesenangan dan kedamaian, di mana ia memerintah, prinsip-prinsip perlawanannya terhadap Allah diadopsi, dan ia mencapai sasarannya yang berupa dijauhkannya Allah dari ciptaan-Nya.

Kitab Suci memberi kita gambaran-gambaran yang sangat jelas tentang perkembangan ini. Daftarnya panjang dan mengesankan: Babel di Mesopotamia, Mesir, Aram, Asyur sebelum penawanan atas Yehuda. Kemudian Babel (Babilon) dan bangsa-bangsa setelahnya. Semua ini dideskripsikan di dalam mimpi Nebukadnezar yang diinterpretasikan oleh Daniel. Patung di dalam mimpi itu menjulang tinggi ke langit. Kepalanya terbuat dari emas, dada dan lengannya dari perak, perut dan pinggangnya dari tembaga, pahanya dari besi, dan kakinya dari besi bercampur tanah liat. Mimpi Nebukadnezar itu, yang diberikan kepada seorang raja kafir tetapi tercatat untuk selamanya bagi gereja, menjelaskan perkembangan sebuah pemerintahan satu-dunia di akhir zaman (Dan. 2).

Babel (Babilon) adalah kepada dari emas itu, kerajaan Media-Persia adalah dada dan lengan dari perak, kerajaan Yunani milik Alexander Agung adalah perut dan pinggang dari tembaga, dan Romawi adalah paha dari besi. Dari runtuhnya Roma sampai manifestasi final dari pemerintahan satu-dunia ini, semua upaya untuk membangunnya gagal. Ini adalah periode pengumpulan gereja dari segala bangsa. Satu-satunya manifestasi dari pemerintahan satu-dunia di dalam periode yang sedikit kurang dari dua milenia ini adalah Gereja Katolik Roma, yang para Pausnya berupaya untuk mendapatkan kendali sekuler atas bangsa-bangsa selain pemerintahan eklesiastis. Kekaisaran Romawi, yang adalah paha dari besi di dalam mimpi Nebukadnezar, adalah yang paling mendekati dari semua upaya untuk membentuk pemerintahan satu-dunia itu. Kekaisaran ini meluas ke seluruh dunia, sejauh dunia yang diketahui pada masa itu, yang memiliki kekuasaan dan kekayaan yang besar. Kekaisaran ini terlibat di dalam penganiayaan terhadap gereja, sebelum akhirnya runtuh karena kebusukan moral internalnya. Sangat mungkin bahwa Allah membangkitkan Gereja Katolik Roma kepada posisinya yang penting di Eropa untuk mengingatkan gereja Kristus bahwa manifestasi final dari pemerintahan satu-dunia akan merupakan sebuah kekuasaan sekuler sekaligus eklesiastis.

Kaki di dalam mimpi Nebukadnezar adalah campuran besi dan tanah liat. Bagian dari patung itu adalah campuran karena mengindikasikan manifestasi final dari pemerintahan satu-dunia di dalam kerajaan Antikristus. Campuran itu menunjukkan kelemahannya. Kelemahannya adalah bahwa ini adalah persatuan Kekristenan yang murtad di dalam peradaban Barat dengan Gog dan Magog, bangsa-bangsa dari empat penjuru bumi. Posisinya yang berada di kaki mengindikasikan bahwa ini adalah manifestasi final dari semua perkembangan yang terjadi sebelumnya, yang dimulai dari Babel (Babilon) sampai akhir zaman. Inilah tujuan Iblis yang sebenarnya, yang hanya diungkapkan secara parsial di bagian-bagian lain dari patung itu, tetapi yang, sebagai kaki, menopang dan menyatakan karakter aslinya kepada semua bagian yang lain itu. Ini dilakukan dilakukan oleh kaki itu dengan menjadi bagian dari satu patung.

Kelemahan dari manifestasi final sasaran satu-dunia ini adalah bahwa campur tangan Allah di Babel tidak bisa dikalahkan oleh upaya manusia. Keberagaman bangsa dan ras terlalu fundamental untuk bisa diperbaiki di dalam dunia yang berdosa. Terjadinya bagian-bagian di dalam ras manusia, yang berakar di dalam dosa, dikalahkan demi gereja oleh pekerjaan rekonsiliasi yang agung di dalam salib Kristus dan pendirian kerajaan Allah. Pemerintahan satu-dunia yang final, yang merupakan puncak dari segenap upaya manusia, tetaplah sebuah pemerintahan yang terbagi-bagi, terutama karena berbagai kekuasaan dan kekuatan Barat dari Gog dan Magog tidak bisa dipersatukan ke dalam satu kerajaan. Persatuan mereka hanyalah pernikahan yang dipaksakan. Di dalam seluruh sejarah dunia, Gog dan Magog di satu sisi, dan peradaban Barat di sisi lain, saling membenci. Ini adalah Yafet yang berdiam di kemah-kemah Sem, yang masih berperang melawan Ham. Ini adalah Ismael dan Ishak yang masih berperang di Timur Tengah. Kekuatan-kekuatan pemerintahan satu-dunia, dengan keadidayaannya yang superior, semuanya berada di dalam satu aliansi yang hampir membentuk kerajaan yang diusahakan oleh Iblis itu; tetapi belum berhasil. Ada batu yang terungkit lepas tanpa perbuatan tangan manusia yang bergulir menuruni gunung dan menimpa serta meremukkan seluruh patung itu; batu itu terus membesar dan memenuhi seluruh bumi; batu itu menggambarkan kuasa kerajaan Kristus untuk menghancurkan Antikristus dan mendirikan sebuah kerajaan yang kekal di surga (Dan. 2:34–35, 44–45).

      

Manifestasi Finalnya

Manifestasi final dari pemerintahan satu-dunia adalah kerajaan Antikristus. Mengenai kerajaan itu hal berikut harus diperhatikan.

Ini adalah kulminasi final dari impian Iblis dan upaya-upayanya di dalam segenap sejarah. Di dalam kerajaan Antikristen itu tercapailah semua yang diupayakan oleh dunia selama 6.000 tahun sejarah. Kerajaan itu mempersatukan semua bangsa ke dalam satu kerajaan, diperintah oleh satu sosok yang berkuasa. Kerajaan itu secara terbuka mengklaim sebagai pencapaian seluruh mimpi manusia.

Maka, kerajaan ini akan berupa kerajaan dari kedamaian, kemakmuran, dan persaudaraan universal manusia. Di dalamnya, semua orang yang menjadi bagiannya akan bersukacita dan mengakui bahwa penguasa mereka telah memberikan segala sesuatu yang mereka idam-idamkan di dalam kehidupan. Tidak akan ada keraguan bahwa keinginan-keinginan tertinggi manusia telah dipuaskan.

Allah akan mengizinkan kerajaan seperti itu terealisasi, karena Ia tetap berdaulat, dan tidak ada kuasa, termasuk kuasa Iblis dan orang-orang terhebat di dalam dunia, yang bisa membangun kerajaan itu tanpa kehendak Allah. Jika Anda bertanya, mengapakah Allah menghendaki agar Iblis berhasil dan dunia mencapai sasarannya, maka jawabannya adalah bahwa hanya di dalam kerajaan seperti itulah manusia yang jahat akan mengisi penuh cawan kesalahan, sehingga penghakiman-penghakiman Allah atas mereka akan terbukti adil.

Sementara kerajaan itu pastinya adalah kerajaan di mana manusia mencapai sasaran-sasaran mereka, kerajaan itu diperintah oleh satu sosok yang disebut Antikristus. Kata “Antikristus” memiliki makna ganda. Preposisi “anti-” berarti “menggantikan [tempat]” dan juga “berlawanan dengan.” Antikristus meninggikan dirinya sendiri sebagai Allah. Ia mengklaim sebagai Allah dan telah mengenapi tujuan Allah sendiri di atas bumi ini. Ia akan menunjuk kepada Kitab Suci untuk membuktikan apa yang ia katakan. Ia akan menunjukkan bahwa semua janji Kitab Suci yang berbicara tentang tujuan-tujuan Allah yang dicapai di dalam kerajaan kedamaian dan kemakmuran sudah digenapi di dalam kerajaannya. Menurut Wahyu 13:14, ia akan melakukan mukjizat-mukjizat untuk mendukung klaimnya. Penipuannya akan begitu meyakinkan sehingga seluruh dunia akan tertipu. Bahkan Yesus memperingatkan kita bahwa, jika mungkin, Antikristus ini bahkan akan menipu kaum pilihan (Mat. 24:24).

Antikristus ini melawan Allah. Ia yang mengklaim sebagai Allah dan mencapai tujuan Allah, di dalam kenyataannya melawan Allah dengan sepenuhnya di dalam segala sesuatu yang ia kerjakan. Antikristus adalah perwujudan kebohongan Iblis yang berbicara di Firdaus, “Kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat” (Kej. 3:5). Perlawanannya kepada Allah akan termanifestasi secara khusus di dalam fakta bahwa ia memberitakan injil yang memproklamasikan hak manusia untuk menentukan moralitas bagi diri mereka sendiri, yaitu apa yang benar secara moral dan apa yang salah secara moral. Satu-satunya kesalahan di dalam kerajaan Antikristus yang mendapatkan hukuman adalah penolakan untuk menyembah dia. Kitab Suci memberikan kepada kita sebuah deskripsi yang kuat tentang Antikristus di dalam 2 Tesalonika 2:4: “Lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.” Semua makna dari kata Antikristus terangkum di dalam ayat ini.

Maka, aspek religius dari Antikristus ketika ia memerintah atas pemerintahan universalnya adalah peniruan yang disengaja atas kerajaan Kristus. Ia akan mengklaim sebagai Mesias yang dinubuatkan di dalam Kitab Suci, karena ia akan membukakan bagi manusia di bumi ini sebuah kerajaan kedamaian, kemakmuran yang tiada tara, dan kesenangan yang tersedia secara melimpah. Ia akan mendukung klaimnya sebagai Allah di dalam Kristus dengan mukjizat-mukjizat yang akan ia kerjakan dan ia akan menunjukkan bahwa tidak ada satu hal pun di dalam janji-janji Kristus mengenai kerajaan-Nya yang terluput dari kerajaan yang dibangun oleh binatang ini.

Tetapi akan ada satu ketentuan. Kemuliaan kerajaannya akan terbuka hanya bagi orang-orang yang sujud di hadapannya dan menyembahnya. Tuhan, Juru Selamat kita, telah menunjukkan hal ini di dalam peringatan-Nya bahwa Antikristus akan menjadi penggenapan nubuat Daniel, yang telah berbicara tentang pembinasa keji yang berdiri di tempat kudus (Mat. 24:15). Wahyu 11 juga membicarakan hal ini sebagai pembungkaman (pembunuhan) terhadap dua orang saksi, karena gereja sebagai lembaga tidak akan lagi diperbolehkan untuk memberitakan Injil atau menyembah (beribadah) kepada Allah. Semua manusia harus menyembah binatang itu dan patungnya.

Semua orang yang tidak mau menyembah binatang itu dan tidak mengenakan tanda yang mengidentifikasikan kesetiaan seseorang kepada binatang itu akan dibunuh. Pembenaran yang menggetarkan bagi hal ini bisa ditemukan di dalam buku Malachi Martin, The Keys of This Blood.[1] Di dalam buku di mana penulis Jesuit ini berargumen bahwa Paus Roma adalah yang paling cocok untuk menjadi penguasa tatanan dunia baru, ia memberikan pernyataan bahwa di dalam kerajaan itu semua orang akan mengakui Paus sebagai pemimpin religius dan politik yang tertinggi, tetapi akan ada sejumlah orang yang menolak. Mereka, kata Martin, harus dibunuh demi kebaikan mereka sendiri, karena itu akan menghindarkan mereka dari penghakiman total di dalam neraka dan membuat sengsara final mereka di dalam purgatori lebih ringan daripada jika mereka dibiarkan hidup. Hal ini mengingatkan kita kepada perkataan Tuhan kita bahwa orang-orang yang membunuh kita akan berkata bahwa mereka melayani Allah.

Kerajaan satu-dunia milik Antikristus ini akan berupa persatuan gereja dan negara. Persatuan ini dideskripsikan di dalam Wahyu 17 dengan kiasan yang sangat kuat tentang gereja palsu. Gereja palsu ini dideskripsikan sebagai pelacur besar yang duduk di atas binatang berwarna merah ungu yang penuh tertulis dengan nama-nama hujat. Perempuan itu sendiri

… memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya. Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: “Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi.” Dan aku melihat perempuan itu mabuk oleh darah orang-orang kudus dan darah saksi-saksi Yesus (ay. 4–6).

Di dalam kerajaan itu, cawan kesalahan akan terisi penuh. Cawan itu terisi penuh pertama karena setiap lembaga masyarakat akan menjadi sepenuhnya rusak dan digunakan oleh Iblis. Bahkan pemerintah, yang dibangkitkan oleh Allah untuk menghukum para pelaku kejahatan dan memuji mereka yang berbuat baik, sekarang akan memuji para pelaku kejahatan dan menghukum mereka yang berbuat baik. Pernikahan, lembaga yang paling sakral itu, akan dirusak oleh perceraian dan pernikahan kembali, persatuan homosekual dan percabulan. Setiap daya dari ciptaan Allah akan dipaksa untuk digunakan di dalam hal-hal yang berdosa dan pengejaran yang gila-gilaan akan kesenangan. Kesenangan akan ditemukan di dalam segala sesuatu yang berlawanan dengan kehendak Allah.

Di atas segalanya, cawan kesalahan itu akan terisi penuh melalui penganiayaan terhadap gereja. Gereja adalah mempelai perempuan Allah yang terkasih, yang Ia kasihi dengan kasih yang kekal. Allah begitu mengasihi gereja sehingga Ia memberikan Anak-Nya sendiri untuk menebusnya. Allah akan melakukan apa pun untuk menyelamatkan gereja dan membawanya kepada diri-Nya sendiri. Mempelai perempuan ini sekarang terluka dan memar, dan tubuhnya tergeletak di jalan-jalan kota itu. Ia telah dibantai dengan kejam tidak lain karena ia setia kepada Allahnya. Itulah kejahatan dan dosa terbesar dan karenanya pelacur besar itu akan dicampakkan ke dalam lautan api yang kekal.

     

Signifikansinya bagi Gereja

Lalu, apakah Firman Allah bagi gereja pada saat ini?

Pertama, berjaga-jagalah dan berdoalah. Di satu sisi, berjaga-jaga berarti mengenali perkembangan kerajaan satu-dunia ini di dalam peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekeliling kita. Ini berarti memperhatikan dengan waspada terhadap berbagai upaya manusia yang berhasil secara parsial ketika pemerintahan satu-dunia ini berkembang di dalam beragam cara. Berjaga-jaga juga berarti bahwa kita menilai dengan tajam perkembangan gereja palsu. Moto di dalam dunia gereja saat ini adalah “toleransi” dan kita didorong untuk bersikap toleran terhadap semua ajaran sesat dan semua penyimpangan dari iman, karena perbedaan doktrinal itu tidak terlalu penting atau bahkan sama sekali tidak penting. Gereja palsu toleran terhadap setiap penyimpangan dari iman, tetapi sangat intoleran terhadap kebenaran dan orang-orang yang berpegang padanya. Sudah pasti inilah yang terjadi di dalam dunia sekarang ini. Bagaimana kebenaran dijelek-jelekkan; bagaimana bahkan orang-orang yang mengaku sebagai Reformed dan Calvinistik membenci kebenaran tentang kedaulatan mutlak Allah.

Protestanisme, termasuk evangelikalisme, telah sangat condong kepada Arminianisme dan Katolikisme Roma. Arus yang mengalir kembali ke dalam sungai Roma begitu stabil dan bahkan semakin luas. Semakin sedikit ruang yang diberikan kepada orang-orang yang berpegang teguh pada kebenaran-kebenaran agung tentang anugerah yang berdaulat. Tidak lama lagi akan menjadi jelas bahwa sebuah aliansi antara gereja palsu dan pemerintahan satu-dunia adalah sungguh-sungguh sebuah aliansi Antikristus. Kerajaan Antikristus, sebagai tiruan dari kerajaan Kristus, menginginkan gereja, membutuhkan gereja, merayu gereja, dan akan melakukan apa pun untuk membujuk gereja bergabung dengannya di dalam sebuah aliansi persaudaraan universal yang besar. Akan tiba hari di mana gereja palsu, yang sudah begitu jelas pada saat ini, akan memberikan pilihan ini kepada orang-orang kudus: bergabung dengan aku, atau menderita. Sebagian orang yang membaca ini akan menghadapi pilihan itu. Itu adalah ukuran kesetiaan Anda kepada Kristus.

Panggilannya adalah agar kita berdoa. Ada banyak hal yang harus didoakan, sehingga tidak mudah untuk mengingat semuanya. Pastinya ini berarti berdoa memohon anugerah untuk bisa berdiri teguh bagi kebenaran. Ini berarti meminta kepada Tuhan untuk mempersiapkan kita bagi masa-masa yang sangat sulit di depan. Ini berarti memohon kekuatan untuk menolak rayuan-rayuan dari orang-orang yang hidup semasa dengan kita. Ini berarti berdoa, “Datanglah, ya Tuhan Yesus, datanglah segera.”

Tetapi Firman Allah kepada kita saat ini tetap lebih mendesak. Firman ini adalah perkataan yang terdapat di dalam Kitab Wahyu yang mengawali deskripsi yang menggentarkan tentang jauhnya Babel:

Lalu aku mendengar suara lain dari sorga berkata: “Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya. Sebab dosa-dosanya telah bertimbun-timbun sampai ke langit, dan Allah telah mengingat segala kejahatannya. Balaskanlah kepadanya, sama seperti dia juga membalaskan, dan berikanlah kepadanya dua kali lipat menurut pekerjaannya, campurkanlah baginya dua kali lipat di dalam cawan pencampurannya” (Why. 18:4–6).

Firman Allah ini pun ditujukan kepada generasi kita. Allah itu berdaulat. Tidak ada yang terjadi tanpa kehendak-Nya. Di dalam semua pergolakan bangsa kafir dan di dalam upaya-upaya mereka yang tampaknya berhasil, Tuhan yang Mahakuasa duduk tenang dan tidak dikejutkan oleh apa yang terjadi di dalam dunia kita. Semuanya terjadi seturut dekrit kekal-Nya. Ia adalah Tuhan atas segalanya (Mzm. 2:1–6).

Firman Allah ini juga merupakan penghiburan bagi sisa kaum pilihan yang tertindas. Tujuan Allah di dalam semua yang Ia lakukan, termasuk rejim yang teramat keji dari pemerintahan satu-dunia milik Antikristus, adalah keselamatan bagi gereja. Dan juga semua peristiwa ini bukanlah dekrit-dekrit yang selalu berubah dari Allah yang Mahakuasa; semuanya adalah peristiwa-peristiwa yang niscaya bagi keselamatan gereja. Sion ditebus melalui penghakiman (Yes. 1:27). Maka, ketika peristiwa-peristiwa ini terjadi, panggilan kepada kita adalah agar kita mengangkat kepala kita kepada penebusan yang sudah mendekat (Luk. 21:28).

Apakah kerajaan yang besar ini membuat Anda gentar, karena ini berarti penganiayaan dan penderitaan, hilangnya semua harta duniawi, dan pelarian ke gunung-gunung? Tuhan menyampaikan berkat-Nya yang khusus atas orang-orang yang menderita demi Dia, dan memanggil kita untuk bersukacita bahwa kita dinilai layak untuk menderita bersama-Nya (Mat. 5:10–12; Kis. 5:41; 1Ptr. 4:14; Why. 20:4). “Penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita” (Rm. 8:18).

Kita adalah bagian dari kerajaan Kristus. Inilah satu-satunya kerajaan yang merupakan kerajaan kekal di mana kita memerintah bersama Kristus, dunia yang tidak ada akhirnya!

Untuk bahan-bahan lain dalam bahasa Indonesia, klik di sini.

[1] Malachi Martin, The Keys of This Blood (New York: Simon & Schuster, 1990).
Show Buttons
Hide Buttons